Logo Bloomberg Technoz

Anak Cenderung Memanipulasi Usia Saat Daftar di Platform Digital

Farid Nurhakim
04 February 2026 18:10

Ilustrasi media sosial. Dok: Bloomberg
Ilustrasi media sosial. Dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut anak-anak cenderung memanipulasi usia ketika mendaftar di platform digital. Hal ini bertujuan agar mereka menghindari batasan umur.

Menurut Nezar, pihaknya memandang kondisi ini mendesak platform digital untuk tak lagi hanya mengandalkan pernyataan tanggal lahir untuk mengenali usia penggunanya. Namun mereka perlu mulai menerapkan teknologi deteksi usia berbasis perilaku (age inferential).

“Platform umumnya digerakkan oleh mesin tanpa verifikasi mendalam. Ketika anak memalsukan umur, sistem menganggap mereka sudah 18 tahun, konten-konten dewasa, bahkan konten seksual, terpapar bebas ke mereka,” kata Nezar dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (4/2/2026).


Wamenkomdigi lantas menerangkan bahwa konten-konten dewasa kini amat mudah masuk ke lini masa (timeline) anak akibat adanya celah verifikasi ini. Terkait tantangan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk mengadopsi solusi teknologi yang lebih canggih.

Candu menghabiskan waktu di media sosial (medsos), anak jadi ketagihan pegang HP. (Bloomberg)

“Teknologi age inferential memungkinkan algoritma platform untuk membaca kecenderungan perilaku pengguna. Meskipun pengguna tidak menyatakan usia sebenarnya, sistem bisa mem-profiling berdasarkan konten yang dikonsumsi. Jika terdeteksi pola konsumsi anak, namun berada di akun dewasa, sistem otomatis memblokir akses ke konten berbahaya,” jelas Nezar.