Logo Bloomberg Technoz

Free Float 15% Bertahap dalam 3 Tahun, 49 Emiten Jadi Contoh

Artha Adventy
04 February 2026 17:06

Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan aturan peningkatan porsi saham beredar di publik (free float) minimum menjadi 15% yang akan diterapkan secara bertahap hingga tiga tahun sejak peraturan diundangkan. Kebijakan ini ditujukan untuk memperdalam pasar sekaligus meningkatkan likuiditas dan kualitas perdagangan saham.

Pjs. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) Hasan Fawzi mengatakan, ketentuan tersebut akan dituangkan dalam draf peraturan yang segera disampaikan ke publik. Implementasi akan dilakukan secara berjenjang dengan target antara di setiap tahapan.

“Target antara pertama kita akan dorong untuk dilakukan di satu tahun pertama, kemudian akan ada milestone berikutnya di tahun ke-2 dan terakhir di tahun ke-3 menuju ke keseluruhan pemenuhan angka free float minimum 15%,” kata Hasan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (4/2/2026).


Hasan menjelaskan, peningkatan free float akan dimulai sejak peraturan resmi diterbitkan. Namun, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan hak pemegang saham dan mekanisme aksi korporasi masing-masing emiten.

"Misalnya ada kelompok yang ditargetkan di tahun pertama meningkat menjadi 10% dari kondisi sekarang, kemudian berjenjang seterusnya sampai dengan angka 15%," lanjutnya.