Rupiah Stagnan di Pasar NDF, Pasar Menunggu Katalis Baru
Tim Riset Bloomberg Technoz
04 February 2026 08:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah di pasar kontrak Non-Deliverable Forward (NDF) dibuka stagnan pada perdagangan hari ini menyusul katalis baru pasca kembali naiknya harga komoditas seperti emas dan perak. Di tengah lesunya dolar Amerika Serikat (AS), mata uang Garuda menunggu katalis baru yang dapat menopang laju penguatannya hari ini.
Pagi ini, Rabu (4/2/2026), rupiah di pasar offshore masih dibanderol Rp16.768/US$ sama dengan posisi penutupannya kemarin. Tak berselang lama, rupiah hanya naik tipis 0,01% ke posisi Rp16.766/US$.
Kemarin (3/2/2026) rupiah menguat sebesar 0,15% pada pembukaan dan 0,18% pada penutupan. Jika melihat mayoritas pasar Asia, maka penguatan rupiah ini terhitung moderat dan seperti menantikan katalis baru yang bisa mendongkraknya lebih tinggi lagi.
Kemarin, kelesuan dolar AS yang tercermin dalam susutnya indeks dolar AS sebesar 0,11% ke 97,52 membawa euforia bagi mata uang di pasar Asia. Hari ini, meski dolar masih lesu beberapa mata uang di pasar Benua Kuning yang sudah dibuka, justru bergerak di zona merah.
Won Korea Selatan melemah 0,43%, baht Thailand 0,36%, yen Jepang 0,21%, dolar Taiwan 0,17%, dan peso Filipina 0,10%.





























