Logo Bloomberg Technoz

Dalih Danantara Bentuk Perminas Meski Sudah Ada BUMN Tambang

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 February 2026 10:40

Plt Menteri BUMN, Dony Oskaria (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)
Plt Menteri BUMN, Dony Oskaria (Bloomberg Technoz/Dovana Hasiana)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) pertambangan baru, PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), dilakukan sebab Indonesia membutuhkan perusahaan pelat merah yang hanya fokus mengelola mineral strategis seperti logam tanah jarang (LTJ).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyatakan instansinya memang sedang memasifkan penutupan dan penggabungan perusahaan pelat merah, sebab jumlah BUMN di Indonesia terbilang sangat banyak.

Akan tetapi, Dony mengklaim pembentukan Perminas bukan berarti aksi Danantara dalam memasifkan penutupan dan penggabungan BUMN menjadi sia-sia.

Sampel tanah di proyek eksplorasi tanah jarang Meteoric Resources di Caldas Novas,Brasil./Bloomberg-Victor Moriyama

Dia menyatakan Danantara memang melakukan aksi perampingan perusahaan pelat merah, khususnya bagi BUMN yang merugi. Sementara itu, Perminas diklaim perlu dibentuk sebab belum ada BUMN yang khusus mengelola LTJ.

“Katanya mengurangi, tetapi kok ini nambah. Contohnya misalkan ada Perminas. Misalkan kemarin udah dijelasin sama Pak Rosan Perminas itu untuk rare earth karena memang kita butuh perusahaan karena kita punya alat-alat,” kata Dony ditemui di kompleks parlemen, Rabu (4/2/2026) petang.