Logo Bloomberg Technoz

Tantangan lain datang dari sisi distribusi dan logistik akibat keterbatasan moda transportasi serta penerapan aturan over dimension over load (ODOL), yang kerap menghambat distribusi.

"Karena banyak AMDK yang didistribusikan dengan transportasi yang menggunakan kendaraan truk yang Over Dimension maupun Over Load. Jadi pembatasan juga terjadi pada periode-periode tertentu, terutama hari besar keagamaan dan ini berdampak pada kelancaran distribusi AMDK," ungkapnya.

Dari sisi lingkungan, industri AMDK juga menghadapi persepsi publik soal pengambilan air tanah berlebihan, meski pemanfaatan air industri ini hanya sekitar 0,22% dari potensi air yang tersedia. Selain itu, kapasitas industri plastik daur ulang domestik baru memenuhi sekitar 19% kebutuhan nasional.

Oleh karenanya ia menilai, "tata kelola pengumpulan bahan baku daur ulang kemasan belum optimal. Jadi itu tantangan-tantangan yang dihadapi oleh industri air minum dalam kemasan."

Sebagai catatan, Kemenperin mencatat saat ini terdapat 707 pabrik AMDK di Indonesia dengan kapasitas terpasang mencapai 47 miliar liter per tahun dan tingkat utilisasi 71,62%.

Industri ini, ungkap Putu turut menyerap sekitar 46 ribu tenaga kerja langsung serta lebih dari 2 juta pekerja di sepanjang rantai distribusi.

Terlebih nilai investasi industri AMDK tercatat sekitar Rp27,8 triliun dengan pangsa pasar domestik mencapai 99,7%. Produksi mayoritas untuk pasar dalam negeri, dengan ekspor sekitar US$21 juta dan surplus perdagangan sebesar US$18,83 juta pada 2024 serta US$17,31 juta pada 2025. Sebanyak 54% pabrik berlokasi di Pulau Jawa, sementara sisanya tersebar di 36 provinsi.

(ell)

No more pages