Logo Bloomberg Technoz

Kemenperin Beber Tantangan Industri AMDK Dalam Negeri

Pramesti Regita Cindy
05 February 2026 09:10

Air minum dalam kemasan atau AMDK. (Dok: Bloomberg)
Air minum dalam kemasan atau AMDK. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta -  Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memaparkan sejumlah tantangan utama industri air minum dalam kemasan (AMDK).

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengungkapkan, industri AMDK masih menghadapi persoalan bahan baku kemasan yang sebagian besar masih bergantung pada impor serta dibebankannya Bea Masuk Anti Dumping atau BMAD.

"Bahan baku kemasan AMDK ini belum sepenuhnya dapat dipasok dari dalam negeri. Dan ini banyak yang diimpor. Dan importasi bahan kemasan ini banyak yang kena BMAD," kata Putu dalam RDP dengan Komisi VII DPR RI, dikutip Kamis (5/2/2026).


Adapun bahan baku terkena BMAD, ungkap Putu, terutama untuk produk Biaxially Oriented Polyethylene Terephthalate (BOPET) dan Biaxially Oriented Polypropylene (BOPP). Sementara harga kemasan PET daur ulang juga masih lebih tinggi dibanding plastik virgin, sedangkan investasi material daur ulang juga masih terbatas.

"Jadi bahan baku kemasan ini mempunyai kontribusi cost production yang cukup tinggi di dalam produksi AMDK," tegas Putu.