Realisasi Penyaluran Kredit Industri Padat Karya 2025 Hanya 2,09%
Mis Fransiska Dewi
26 January 2026 17:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melaporkan realisasi penyaluran kredit industri padat karya (KIPK) pada 2025 hanya mencapai Rp16,45 miliar atau sekitar 2,09% dari plafon yang disiapkan sebesar Rp787 miliar.
“Tahun lalu [2025] penyerapannya masih sangat rendah,” kata Agus dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Senin (26/1/2026).
Rendahnya serapan ini juga terlihat pada realisasi subsidi bunga. Dari anggaran subsidi bunga pada 2025 sebesar Rp4,9 miliar, baru terealisasi Rp13,67 juta atau setara 0,27%. Sementara perbankan yang baru melakukan penyaluran baru ada empat yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BPD Bali.
Program KIPK merupakan skema kredit untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dalam upaya revitalisasi mesin guna meningkatkan produktivitas. Skema pembiayaan ditujukan untuk Kredit Investasi atau Kredit Investasi + Kredit Modal Kerja dengan memerhatikan analisa repayment capacity calon penerima.
Agus menyebut rendahnya realisasi penyaluran program KIPK dipengaruhi oleh sejumlah kendala teknis dan regulasi di tingkat kelembagaan. Di antaranya, finalisasi petunjuk pelaksana di internal bank penyalur yang belum tuntas, perjanjian kerja sama antara bank penyalur dengan lembaga penjamin dan asuransi terkait yang belum rampung karena belum ada kesepakatan porsi tarif imbal jasa penjaminan.






























