Logo Bloomberg Technoz

Insentif Mobil Listrik Distop, Investasi Baterai EV Diramal Naik

Mis Fransiska Dewi
04 February 2026 16:30

Modul yang dibongkar dari baterai kendaraan listrik ion-litium./Bloomberg-Kiyoshi Ota
Modul yang dibongkar dari baterai kendaraan listrik ion-litium./Bloomberg-Kiyoshi Ota

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi berpandangan wacana penghentian insentif mobil listrik tahun ini akan berdampak positif karena memaksa produsen electric vehicle (EV) untuk merealisasikan komitmen investasi dalam membangun pabrik perakitan baterai kendaraan listrik di Indonesia.

“Ini diharapkan akan meningkatkan permintaan komponen lokal, termasuk baterai, yang secara tidak langsung mendorong proyek-proyek baterai EV nasional. Juga membuka kesempatan kerja di Indonesia,” ujar Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dan Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN) Iwa Garniwa saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).

Iwa menuturkan proyek ekosistem baterai nasional yang dipenggawai Indonesia Battery Corporation (IBC) juga diyakini tidak akan terdampak signifikan akibat rencana penghentian insentif mobil listrik tersebut.


“IBC juga membidik pasar ekspor, yang membantu diversifikasi risiko jika kebijakan insentif domestik berubah,” ucap dia.

Pekerja di jalur produksi kemasan baterai./Bloomberg-Qilai Shen

Selain itu, mulai  2026, industri kendaraan listrik juga harus memenuhi aturan persyaratan produksi lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 40% agar tetap memenuhi syarat untuk mendapatkan insentif.