Logo Bloomberg Technoz

Efek Badai Tekanan Jual, Bitcoin Jeblok ke US$75 Ribu

Redaksi
02 February 2026 12:33

Ilustrasi Bitcoin dan aset kripto dunia. (Bloomberg)
Ilustrasi Bitcoin dan aset kripto dunia. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tren penurunan Bitcoin makin besar dengan angka kumulatif minus 14,4% dalam seminggu terakhir. Catatan Fear & Greed Index menunjukkan level 15, dilansir dari CoinMarketCap, menjadi indikasi kecemasan akut pada pelaku pasar.

Aset kripto paling berharga pada Senin (2/2/2026) hingga pukul 12.30 siang waktu Indonesia dihargai US$75.150 atau setara Rp1.26 miliar, juga mengalami tekanan 4,6% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. 

Menurut Ki Young Ju, CEO firma analitik on-chain CryptoQuant, telah terjadi stagnasi di pasar. Hal ini menunjukkan bahwa modal baru mengalami kejenuhan gerak mengalir ke instrumen aset digital.


Dirinya memaparkan bahwa pemegang aset kripto juga mengalami keuntungan di pasar saat ini yang belum direalisasi. “Mereka telah mengambil keuntungan sejak awal tahun lalu, tetapi arus masuk yang kuat menjaga Bitcoin tetap dekat dengan 100K. Kini arus masuk tersebut telah mengering.”

Transaksi aset kripto di 2 Februari 2026 dalam posisi lemah. Tekanan jual masih terjadi. Dok: CryptoQuant

Tren bearish, lanjut Ju, kemungkinan akan membentuk konsolidasi lateral yang luas. Dalam catatan historis juga mendukung sinyal lemah di pasar bahkan hal ini baru pada tahan awal, menurut Laurens Fraussen, analis Kaiko.