Logo Bloomberg Technoz

Harga Emas Meroket 6% Lebih, Pilih Jual atau Beli?

Hidayat Setiaji
04 February 2026 07:05

Pekerja memuat emas batangan dore ke dalam tungku di pabrik peleburan ABC Refinery di Sydney, Australia, Jumat (3/5/2024). (Brendon Thorne/Bloomberg)
Pekerja memuat emas batangan dore ke dalam tungku di pabrik peleburan ABC Refinery di Sydney, Australia, Jumat (3/5/2024). (Brendon Thorne/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Kenaikan ini terjadi usai harga sang logam mulia turun tiga hari beruntun.

Pada Selasa (3/2/2026), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.947,3/troy ons. Melonjak 6,17% dari hari sebelumnya.

Harga emas naik usai tertekan selama tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga berkurang 14,02%.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Jadi, sepertinya investor kini melihat harga emas sudah ‘murah’. Alhasil, emas kembali menjadi buruan sehingga harganya naik.

“Kami rasa koreksi yang terjadi akan sehat bagi pasar dalam jangka panjang. Periode ini akan menciptakan kesempatan bagi investor untuk merancang posisi strategis dengan posisi masuk yang lebih menarik,” kata Joni Teves, Strategist UBS Group AS, seperti dikutip dari Bloomberg News.