Logo Bloomberg Technoz

Insentif Mobil Listrik Distop, IBC Awasi Dampak ke Proyek Baterai

Mis Fransiska Dewi
03 February 2026 11:00

Paket baterai LG Energy Solution Co. untuk kendaraan listrik (EV)./Bloomberg-SeongJoon Cho
Paket baterai LG Energy Solution Co. untuk kendaraan listrik (EV)./Bloomberg-SeongJoon Cho

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia Battery Corporation (IBC) meyakini insentif mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) yang disebut akan berakhir tahun ini tidak akan terlalu berpengaruh pada proyek-proyek ekosistem baterai yang dikembangkan perseroan. 

Mencermati dinamika kebijakan di ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif mengatakan saat ini pemerintah tengah berupaya memformulasikan sebuah kebijakan baru bagi industri tersebut.

Walhasil, menurutnya, ketika insentif mobil listri tidak dilanjutkan, pemerintah diyakini akan memberikan relaksasi dalam bentuk lainnya untuk mempercepat adopsi EV. 


“Jadi dengan dicabut itu [insentif], tidak berarti kemudian hilang sama sekali,” kata Aditya ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (2/2/2026).

Dia menjelaskan target pasar produk baterai dari proyek-proyek IBC nantinya juga tidak hanya domestik, melainkan pasar global atau ekspor. Dengan demikian, kata Aditya, IBC bakal adaptif dengan seluruh kebijakan pemerintah.