Logo Bloomberg Technoz

IBC Pede Baterai Nikel Masih Laris Meski Permintaan LFP Naik

Mis Fransiska Dewi
03 February 2026 10:10

Sel baterai LFP berdaya tinggi dipamerkan di stan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) di pameran Transportasi IAA./Bloomberg-Krisztian Bocsi
Sel baterai LFP berdaya tinggi dipamerkan di stan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) di pameran Transportasi IAA./Bloomberg-Krisztian Bocsi

Bloomberg Technoz, Jakarta – PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) optimistis pasar baterai berbasis nikel atau nickel manganese cobalt (NMC) akan cerah.

Sejumlah analis padahal memproyeksikan pasar baterai NMC akan redup karena permintaan baterai berbasis lithium ferro phosphate (LFP) untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menyebut sejatinya volume permintaan baterai NMC meningkat karena market size baterai turunan nikel itu juga meningkat tajam.


“Untuk itu, apabila kita mengacu pada teknologi per hari ini saja, kita masih sangat optimistis bahwa kita bisa memasarkan baterai berbasis katoda nikel,” kata Aditya dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (2/2/2026).

Aditya juga mengungkapkan dalam perkembangan teknologi pada masa depan, baterai yang akan terkomersialisasi adalah sodium-ion battery. Dalam skenario tersebut, unsur litiumnya akan diganti oleh natrium agar lebih murah.