Dari sisi realisasi investasi, PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mencatatkan nilai tertinggi mencapai Rp35,8 triliun, disusul Artabumi Sentra Industri sebesar Rp24,7 triliun, kemudian Bintan Alumina Indonesia dengan realisasi investasi Rp13,7 triliun,
9 Perusahaan Tak Pernah Lapor
Dalam kesempatan itu, anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mengungkapkan terdapat 9 dari 19 perusahaan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang belum pernah melaporkan LKPM.
Ratna memandang jika BKPM hanya memberikan sanksi administratif saja kepada perusahaan tersebut, dikhawatirkan tidak memberikan efek jera.
Dengan demikian, dia menyarankan agar BKPM dapat menggaet aparat penegak hukum (APH) atau instansi lainnya untuk memberikan tindakan tegas terhadap perusahaan yang belum melaporkan LKPM tersebut.
“Untuk sektor ESDM itu ada 19 perusahaan dan dari 19 itu ada 9 perusahaan yang belum pernah lapor LKPM. Sebenarnya kalau hanya sanksi administratif yang dikenakan terhadap 9 perusahaan tersebut kami sungguh memprihatinkan hal tersebut,” kata Ranta dalam RDP dengan Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM, Selasa (3/2/2026).
“Apalagi kalau di sini reasoning yang disampaikan Pak Deputi hanya dari unsur keterbatasan anggaran, mungkin kalau dari sektor bapak anggarannya terbatas bisa kali pak berikan rekomendasi ke APH atau K/L lain supaya power-nya lebih kuat,” ujar dia.
Sekadar catatan, PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) merupakan entitas usaha milik Tsingshan Holding Group, ITSS beroperasi di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
ITSS memproduksi nickel pig iron (NPi) dengan kapasitas produksi sebesar 500.000 per tahun. Smelter milik perusahaan asal China tersebut juga membangun pembangkit listrik berkapasitas 2x65 megawatt (MW).
Daftar realisasi investasi smelter 2025 yang diawasi oleh BKPM:
- Gunbuster Nickel Industry: Realisasi investasi Rp35,8 triliun
- Artabumi Sentra Industri: Realisasi investasi Rp24,7 triliun
- Bintan Alumina Indonesia: Realisasi investasi Rp17,8 triliun
- Sulawesi Nickel Cobalt: Realisasi investasi Rp13,7 triliun
- Kalimantan Ferro Industry: Realisasi investasi Rp9 triliun
- Ocean Sky Metal Industry: Realisasi investasi Rp7,2 triliun
- Lestari Smelter Indonesia: Realisasi investasi Rp7 triliun
- Youshan Nickel Indonesia: Realisasi investasi Rp7 triliun
- Bukit Smelter Indonesia: Realisasi investasi Rp3,2 triliun
- Merdeka Tsingshan Indonesia: Realisasi investasi Rp3,1 triliun
- Cahaya Smelter Indonesia: Realisasi investasi Rp2,8 triliun
- Walsin Nickel Industrial Indonesia: Realisasi investasi Rp2,9 triliun
- Hengjaya Nickel Industry: Realisasi investasi Rp1,8 triliun
- Ranger Nickel Industry: Realisasi investasi Rp1,8 triliun
- Tsingshan Steel Indonesia: Realisasi investasi Rp1,7 triliun
- Huadi Nickel-Alloy Indonesia: Realisasi investasi Rp1,5 triliun
- Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry: Realisasi investasi Rp0,7 triliun
- Obsidian Stainless Steel: Realisasi investasi Rp314,66 miliar
- Sunny Metal Industry: Realisasi investasi Rp37,5 miliar
- Peter Metal Technology: Realisasi investasi Rp21,24 triliun
- Bintang Timur Steel: Realisasi investasi Rp6 miliar
- Century Metalindo: Realisasi investasi Rp0
- Indonesia Tsingshan Stainless Steel: belum pernah melaporkan realisasi investasi
(azr/wdh)






























