Penyaluran BBM Subsidi 2025 di Bawah Kuota, Diklaim Hemat Rp4,9 T
Azura Yumna Ramadani Purnama
27 January 2026 18:30

Bloomberg Technoz, Jakarta – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan berhasil menghemat Rp4,9 triliun gegara penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar, serta minyak tanah atau kerosene berada di bawah kuota yang ditetapkan.
Menurut data BPH Migas, penyaluran Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite pada 2025 mencapai 28,06 juta kiloliter (kl) atau setara 89,86% dari kuota yang ditetapkan sebanyak 31,2 juta kiloliter. Dari jumlah itu, terdapat 3,1 juta kl BBM bersubsidi yang berhasil dihemat senilai Rp2,75 triliun.
Selanjutnya, penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar tercatat sebanyak 18,41 juta kl atau setara 97,49% dari kuota yang ditetapkan sejumlah 18,85 juta kl. BPH Migas menyatakan pemerintah berhasil menghemat sekitar 473.630 kl atau senilai Rp2,11 triliun.
Untuk minyak tanah, BPH Migas mengungkapkan penyalurannya mencapai 507.944 atau setara 96,75% dari kuota yang ditetapkan sejumlah 525.000. Dengan begitu, terdapat 17.056 kl minyak tanah yang dihemat senilai Rp122 miliar.
“Di dalam distribusi realisasi Januari sampai Desember, bahwasannya BPH Migas telah mengawal dengan baik, distribusi semuanya lancar, dan terdapat penghematan BPM subsidi dan kompensasi negara 2025 sebesar Rp4,982 triliun, kata Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi XII, Selasa (27/1/2026).































