Logo Bloomberg Technoz

RI Peringkat Empat Hepatitis B Dunia, Kemenkes Genjot Deteksi

Dinda Decembria
28 July 2026 10:30

Ilustrasi kedokteran dan perawatan kesehatan dengan bantuan teknologi. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi kedokteran dan perawatan kesehatan dengan bantuan teknologi. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni mengungkapkan Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban hepatitis yang tinggi.

Secara global, Indonesia menempati peringkat keempat untuk jumlah kasus hepatitis B dan peringkat keenam untuk hepatitis C.

"Kalau kita lihat data di Indonesia, Indonesia merupakan negara dengan infeksi hepatitis B nomor empat di dunia, kemudian hepatitis C nomor enam di dunia," kata Andi dalam konferensi pers Hari Hepatitis Sedunia ke-17, Senin (27/7).


Andi menjelaskan bahwa target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2030 adalah menurunkan infeksi baru hepatitis B dan hepatitis C kronis hingga 90% serta menekan angka kematian sebesar 65% dibandingkan dengan 2015. Namun, tingginya jumlah penduduk membuat Indonesia masih mencatat jumlah kasus yang besar secara absolut.

Ia juga menjelaskan bahwa hepatitis kerap disebut sebagai silent disease karena pada banyak kasus tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat banyak penderita tidak menyadari dirinya telah terinfeksi, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting.