3 Risiko Indonesia Mengimpor Minyak ESPO Asal Rusia
Azura Yumna Ramadani Purnama
28 July 2026 08:40

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom energi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti menyatakan pemerintah perlu memitigasi tiga risiko yang mungkin dihadapi jika mengimpor dan mengolah minyak mentah Eastern Siberia–Pacific Ocean (ESPO) asal Rusia dalam jumlah besar.
Pertama, Yayan menyebut, impor dan pengolahan minyak ESPO dalam jumlah besar memberikan risiko terkena sanksi Barat, hambatan sistem pembayaran internasional, hingga terbatasnya cadangan minyak nasional apabila pasokan terganggu.
Dia menyatakan pembelian ESPO harus mematuhi ketentuan batas harga (price cap) G7 senilai US$60/barel untuk menghindari sanksi sekunder dari Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).
Jika tidak memenuhi ketentuan tersebut, kata Yayan, pengiriman harus menggunakan armada pelayaran non-G7 atau kapal yang tidak terkait dengan negara Barat, serta perlindungan asuransi non-Barat untuk mengangkut minyak ke pelabuhan di Indonesia.
“Untuk menghindari sanksi sekunder dari otoritas AS/UE, Pertamina harus memastikan bahwa seluruh pembelian ESPO mematuhi batas harga yang ditetapkan oleh G7,” kata Yayan dalam risetnya, dikutip Selasa (28/7/2026).

































