Yield SUN Naik, Pasar Tagih Premi Lebih Tinggi?
Redaksi
28 July 2026 11:22

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi pemerintah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Terlihat dari adanya kenaikan yield Surat Utang Negara (SUN) pada hampir semua tenor.
Berdasarkan data Bloomberg, yield SUN tenor acuan 10 tahun naik 1,9 bps menjadi 7,39%, sementara tenor 1 tahun melonjak 4,7 bps menjadi 7,1%. Tekanan juga terlihat pada tenor 3 tahun yang naik 3,1 bps ke 7,27%, tenor 7 tahun naik 3,1 bps menjadi 7,38%, dan tenor 18 tahun bertambah 1,1 bps ke 7,4%.
Hanya beberapa tenor yang mencatat penurunan yield, seperti tenor 5 tahun yang turun 4,9 bps menjadi 7,29% dan tenor 13 tahun yang turun cukup tajam 11,2 bps menjadi 7,3%.
Meski terdapat variasi pergerakan yield antar tenor, secara umum menunjukkan pasar obligasi mulai memasang mode risk-off. Investor meminta kompensasi yang lebih tinggi untuk memegang surat utang pemerintah.
Kali ini, perhatian investor tertuju pada faktor domestik, terutama setelah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang memunculkan pertanyaan mengenai kesinambungan kebijakan moneter dan independensi bank sentral.































