Logo Bloomberg Technoz

4 Sebab Hilirisasi Bauksit Lebih Sulit dari Nikel Meski Naik Daun

Sabrina Mulia Rhamadanty
28 July 2026 08:50

Pekerja menuangkan aluminium cair ke dalam cetakan di smelter aluminium Krasnoyarsk milik United Co. Rusal di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov
Pekerja menuangkan aluminium cair ke dalam cetakan di smelter aluminium Krasnoyarsk milik United Co. Rusal di Rusia./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) menyebut hilirisasi bauksit jauh lebih sulit daripada nikel akibat ekosistem dan karakteristik industrinya yang berbeda, meskipun investasinya memecahkan rekor pertumbuhan pada kuartal II-2026. 

Ketua Umum ABI Ronald Sulistyanto mengatakan pengembangan industri olahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium tidak sesederhana membalikkan telapak tangan.

Karakteristik komoditas hingga kesiapan ekosistem industri bauksit memiliki dinamika dan tantangan tersendiri bila disandingkan dengan industri nikel, yang sudah terlebih dahulu merajalela di Tanah Air. 


"Secara potensi dan angka investasi, bauksit ini luar biasa melampaui ekspektasi, tetapi jujur saja, kalau dibandingkan dengan hilirisasi nikel dahulu, tantangan kita di bauksit ini karakteristiknya beda dan jauh lebih kompleks di beberapa lini," ujar Ronald saat dihubungi, Selasa (28/7/2026). 

Dalam kaitan itu, asosiasi membeberkan setidaknya empat poin utama yang menjadi batu ganjalan sekaligus pembeda antara hilirisasi bauksit dan nikel di Indonesia saat ini.

Daftar Proyek Aluminium yang Ramaikan Tren Hilirisasi Bauksit RI (Bloomberg Technoz/Asfahan)