Risiko Siklus AI Efek Kesepakatan Rp13,5 Kuadriliun dari Nvidia
Redaksi
28 July 2026 09:35

Bloomberg, Nvidia Corp. tengah mempersiapkan menggarap serangkaian kesepakatan baru di bidang AI senilai lebih dari US$750 miliar (setara Rp13.580 triliun atau Rp13,58 kuadriliun) demi percepatan investasi. Namun di sisi lain hal tersebut justru secara artifisial meningkatkan permintaan dan valuasi di seluruh industri.
Kemitraan dengan konglomerat Korea Selatan SK Group yang diumumkan Jumat pekan lalu artinya, kedua perusahaan akan melakukan transaksi bisnis senilai lebih dari US$500 miliar satu sama lain, kata Nvidia.
Nvidia juga sedang dalam pembicaraan untuk menyediakan jaminan hingga US$250 miliar guna membantu OpenAI menyewa daya komputasi dari proyek pusat data di AS, yang akan menjadi salah satu kesepakatan pembiayaan terbesar produsen chip tersebut dengan seorang pelanggan.
Nama-nama besar mulai dari Goldman Sachs Group Inc. hingga investor Michael Burry yang terkenal lewat film “The Big Short” telah berbulan-bulan memperingatkan sifat “sirkular” dari perjanjian semacam ini, di mana Nvidia membiayai dan memiliki saham di perusahaan serta proyek yang menggunakan chipnya. Walakin, laju kesepakatan tersebut justru semakin cepat.
Kekhawatiran terhadap transaksi ini adalah bahwa hal tersebut dapat menjungkirbalikkan permintaan, memicu buruknya pengambilan keputusan, dan memperbesar kerugian jika AI gagal menghasilkan keuntungan bagi mereka yang menginvestasikan ratusan miliar dolar dalam teknologi tersebut.

































