Logo Bloomberg Technoz

Investor Kembali Lirik Pasar SUN, Yield Turun Tipis

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 January 2026 12:53

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar Surat Utang Negara (SUN) Indonesia mulai ramai kembali pada perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026), setelah terpuruk lantaran gencarnya arus keluar modal asing di pasar surat utang Indonesia. 

Melansir data Bloomberg, pukul 11:00 WIB imbal hasil (yield) di hampir semua tenor SUN bergerak turun tipis terdorong oleh permintaan beli investor yang meningkat. Yield SUN tenor 2Y 0,3 basis point (bps) menjadi 5,18%, tenor 4Y turun 0,2 bps menjadi 5,52% dan tenor 10Y turun 0,3, bps ke posisi 6,36%. 

Penurunan imbal hasil juga dicatat oleh tenor 7Y sebesar 0,6 bps menjadi 6,33% dan tenor 8Y turun 0,6 bps ke level 6,35%. 


Meski kebanyakan tenor mengalami penurunan yield dan diburu investor, beberapa tenor masih mengalami tekanan jual. Investor meminta yield yang lebih tinggi untuk SUN tenor panjang 15Y yang mencatat kenaikan 0,7 bps ke 6,55%, lalu tenor 16Y dan 18Y juga naik masing–masing 1,0 bps dan 1,9 bps. 

Hari ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/Sukuk) dengan target indikatif sebesar Rp11 triliun. Lewat lelang ini, pemerintah menargetkan dapat penawaran sebanyak 200% dari target indikatif dengan underlying asset yang ditawarkan dalam bentuk proyek kegiatan APBN 2026 dan Barang Milik Negara.