Logo Bloomberg Technoz

Cegah Penularan, Vaksinasi Campak Digencarkan

Andrean Kristianto
12 March 2026 22:40

Orang tua beserta anak menunggu untuk vaksinasi campak di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Orang tua beserta anak menunggu untuk vaksinasi campak di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kasus campak di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan peningkatan dengan jumlah suspek yang tercatat lebih dari 10 ribu kasus.

Kasus campak di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan peningkatan dengan jumlah suspek yang tercatat lebih dari 10 ribu kasus.

Pemerintah mengingatkan pentingnya kewaspadaan menjelang periode libur besar berikutnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah mengingatkan pentingnya kewaspadaan menjelang periode libur besar berikutnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Pemerintah mengimbau agar anak yang mengalami gejala seperti demam disertai ruam segera dibawa ke fasilitas kesehatan. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Pemerintah mengimbau agar anak yang mengalami gejala seperti demam disertai ruam segera dibawa ke fasilitas kesehatan. (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Orang tua juga diingatkan untuk memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya apabila belum lengkap guna mencegah penyebaran campak.

Orang tua juga diingatkan untuk memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya apabila belum lengkap guna mencegah penyebaran campak.

Data hingga minggu ke-8 tahun 2026 menunjukkan total 10.453 kasus suspek campak secara kumulatif. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Data hingga minggu ke-8 tahun 2026 menunjukkan total 10.453 kasus suspek campak secara kumulatif. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Orang tua beserta anak menunggu untuk vaksinasi campak di Rumah Vaksinasi Pusat, Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Kasus campak di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan peningkatan dengan jumlah suspek yang tercatat lebih dari 10 ribu kasus.
Pemerintah mengingatkan pentingnya kewaspadaan menjelang periode libur besar berikutnya. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pemerintah mengimbau agar anak yang mengalami gejala seperti demam disertai ruam segera dibawa ke fasilitas kesehatan. (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Orang tua juga diingatkan untuk memeriksa status imunisasi anak dan melengkapinya apabila belum lengkap guna mencegah penyebaran campak.
Data hingga minggu ke-8 tahun 2026 menunjukkan total 10.453 kasus suspek campak secara kumulatif. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kasus campak di Indonesia pada awal 2026 menunjukkan peningkatan dengan jumlah suspek yang tercatat lebih dari 10 ribu kasus. Pemerintah mengimbau agar anak yang mengalami gejala seperti demam disertai ruam segera dibawa ke fasilitas kesehatan dan kontak dengan orang lain dibatasi guna mencegah penularan.

Data hingga minggu ke-8 tahun 2026 menunjukkan total 10.453 kasus suspek campak secara kumulatif. Angka tersebut bertambah 506 kasus dibandingkan minggu sebelumnya. Sementara itu, kasus yang telah dikonfirmasi tercatat sebanyak 8.372 kasus atau meningkat 450 kasus dari pekan sebelumnya.

Selain itu, terdapat penambahan satu kasus kematian dibandingkan minggu ke-7 tahun ini.Pemerintah juga mencatat adanya kejadian luar biasa campak di berbagai wilayah.

“Kemudian, hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 45 kejadian luar biasa atau KLB campak di 29 kota di 11 provinsi,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Andi Saguni.

Sebaran provinsi yang terdampak meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Di Nusa Tenggara Barat misalnya, KLB tercatat terjadi di Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu.

(dre)