Harga Minyak Melonjak, Yield Surat Utang RI Ikut Terdongkrak
Tim Riset Bloomberg Technoz
09 March 2026 12:24

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan harga minyak merembet ke aset berdenominasi rupiah. Kenaikan minyak mentah di atas US$100 per barel membuat pasar Asia sebagai pengimpor minyak mentah terpapar sentimen negatif.
Pasar Surat Utang Negara (SUN) siang ini bereaksi dengan akumulasi aksi jual. Hal ini terlihat dari kenaikan imbal hasil (yield) yang terjadi di hampir semua tenor.
Pada perdagangan Senin siang (9/3/2026), imbal hasil tenor 1Y naik 15,3 bps ke 5,43%, disusul tenor 2Y mengalami kenaikan imbal hasil 14,4 bps ke 5,46%, lalu tenor 3Y naik 13,5 bps ke 5,77%. Kenaikan imbal hasil ini membuat tenor 4Y dan 5Y kini berada di 6% dengan kenaikan masing-masing 10 bps dan 12 bps.
Begitu juga tenor jangka menengah seperti 6Y hingga 10Y yang menjadi benchmark investor telah mengalami kenaikan 9,9 bps hingga 10 bps dan berada di rentang 6,2% hingga 6,69%.
Naiknya imbal hasil atau yield surat utang biasanya menandakan aksi jual. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga tersengat lonjakan harga minyak mentah efek perang Timur Tengah.





























