Logo Bloomberg Technoz

Soal Opsi Defisit APBN Lewati 3%, Purbaya Manut Arahan Prabowo

Mis Fransiska Dewi
13 March 2026 16:05

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan akan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto jika memang muncul opsi untuk melebarkan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 melewati batas yang berlaku saat ini, 3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Pernyataan itu disampaikan merespons kabar bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan opsi pelebaran defisit APBN melebihi ketentuan yang berlaku.

“Saya enggak tahu. Kalau perintah kan kita jalankan, saya kan cuma [kepanjangan] tangan Presiden,” kata Purbaya ditemui di kantornya, Jumat (13/3/2026).


Kendati demikian, Purbaya mengungkapkan sampai saat ini belum terdapat wacana menaikkan batas defisit anggaran negara, meskipun ekonomi Indonesia terdera gejolak geopolitik global yang berpotensi menekan asumsi dasar dan postur APBN.

Dia hanya menegaskan bahwa Kementerian Keuangan selalu menghitung dampak kenaikan harga minyak dunia terhadap APBN. Dengan demikian, ketika Presiden Prabowo ingin memutuskan suatu kebijakan, Kemenkeu memiliki data yang lengkap untuk mendukung keputusan tersebut.