Logo Bloomberg Technoz

RI Stop Impor Solar, ESDM Klaim Swasta Mulai Hubungi Pertamina

Azura Yumna Ramadani Purnama
13 March 2026 16:20

Sebuah truk mengisi bahan bakar Solar di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian
Sebuah truk mengisi bahan bakar Solar di SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan penyetopan impor solar CN48 tetap bakal dilakukan usai kuartal I-2026, tepatnya usai produksi solar dari Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dapat dipasarkan.

Yuliot menyatakan telah memfasilitasi operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta untuk melakukan pertemuan dengan PT Pertamina (Persero) guna membahas potensi pembelian BBM dari perusahaan pelat merah tersebut.

"Jadi yang untuk kebutuhan solar dalam negeri kan kita mengupayakan bagaimana kilang-kilang dalam negeri dengan beroperasinya RDMP Balikpapan itu akan kebutuhan solar di dalam negeri akan tercukupi," kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2026).


"Ini terakhir itu kemarin saya juga fasilitasi untuk berapa SPBU swasta bisa negosiasi langsung dengan Pertamina. Sudah difasilitasi oleh Pak Dirut [Direktur Utama]," tegasnya.

Sekadar catatan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan Indonesia dapat mulai menghentikan impor solar tahun ini.