Logo Bloomberg Technoz

Terkait proyeksi potensi keluarnya dana asing akibat perubahan metodologi MSCI, Irvan menilai, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan sebelum keputusan resmi diumumkan.

Irvan menyatakan bahwa pasar modal Indonesia saat ini tetap menarik bagi investor asing. Hal ini ditopang pertumbuhan jumlah investor, pendalaman pasar, serta nilai transaksi harian yang sekitar US$2 miliar.

BEI kemudian terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga daya tarik pasar, termasuk inovasi produk dan penyempurnaan mekanisme perdagangan, baik untuk investor ritel, domestik, maupun investor asing.

Irvan kemudian mengungkapkan, BEI telah mengirimkan surat keberatan kepada MSCI terkait metodologi perhitungan tersebut. Selain BEI, sejumlah asosiasi pasar modal serta emiten yang menjadi konstituen indeks MSCI disebut turut menyampaikan keberatan serupa.

“Kita tunggu saja keputusan MSCI pada Jumat ini. Kami berharap hasilnya positif dan tidak sepenuhnya seperti yang disampaikan dalam public consultation,” ujar Irvan.

Sebelumnya, revisi metodologi perhitungan free float oleh MSCI Inc. berisiko memicu arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia dan mengalir ke negara lain di Asia, terutama China dan India.

Dalam laporan Bloomberg, Goldman Sachs memperkirakan perubahan tersebut dapat mendorong passive outflows dari Indonesia hingga US$2,3 miliar. Perkiraan tersebut lebih besar dari estimasi sebelumnya sebesar US$1,8 miliar.

Dana yang keluar dari Indonesia diproyeksikan akan tersebar ke sejumlah pasar regional, dengan China menjadi penerima manfaat terbesar sekitar US$510 juta, disusul Taiwan US$420 juta, serta India dan Korea Selatan masing-masing sekitar US$290 juta.

Menurut analis Goldman Sachs, lonjakan potensi arus keluar ini dipicu oleh penerapan metodologi baru MSCI yang memperhitungkan risiko penghapusan saham dari indeks apabila foreign inclusion factor turun di bawah 15% atau kapitalisasi pasar berbasis free float tidak lagi memenuhi ambang batas indeks.

(art/wep)

No more pages