Logo Bloomberg Technoz

Simulasi Bloomberg: RI Masih Aman dari Risiko Downgrade MSCI

Redaksi
27 February 2026 07:12

Hasil diskusi MSCI, OJK-BEI ajukan free float 15%, janji ungkap beneficial ownership (Diolah)
Hasil diskusi MSCI, OJK-BEI ajukan free float 15%, janji ungkap beneficial ownership (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Risiko penurunan status Indonesia dari emerging market (EM) menjadi frontier market oleh MSCI membuat pelaku pasar khawatir. Terlebih Mei mendatang MSCI akan kembali melakukan peninjauan. Kekhawatiran pasar bukan tanpa sebab, status EM bukan cuma label kategori pasar biasa, tapi jadi penentu utama arah aliran dana asing global yang berbasis indeks. 

Namun, laporan Bloomberg Intelligence baru-baru ini menilai bahwa probabilitas penurunan peringkat Indonesia masih relatif kecil. "Uji tekanan menunjukkan bahwa penurunan free float saja tidak akan melanggar kriteria pasar negara berkembang (EM) MSCI dan Indonesia masih mencatatkan skor yang baik dalam hal aksesibilitas pasar," kata Sufianti, Equity Strategist di Bloomberg Intelligence.

Pernyataan ini menjadi penting di tengah meningkatnya spekulasi pasar bahwa penurunan free float saham-saham domestik berpotensi membuat Indonesia tidak lagi memenuhi ambang batas indeks EM. 


Berdasarkan simulasi yang dilakukan tim Bloomberg Intelligence, bahkan jika porsi saham yang dihitung bisa dimiliki investor asing (foreign inclusion factor) diturunkan cukup drastis, misalnya hanya 10% bahkan 5%, sejumlah saham Indonesia masih tetap memenuhi batas minimum ukuran pasar yang disyaratkan MSCI. 

Hasil uji ketahanan indeks MSCI Indonesia dalam kriteria emerging market. (Bloomberg Intelligence)

Jika mengacu pada kerangka MSCI Juni 2025, suatu negara dapat mempertahankan status EM jika memiliki kapitalisasi pasar minimum yang disesuaikan dengan free float sebesar US$1,482 miliar, minimal satu saham yang memenuhi kriteria, serta rasio nilai transaksi tahunan (Annual Traded Value Ratio) sebesar 15%.