Bukan Rp30 T, Goldman Prediksi Dana Asing Kabur Rp38 T Imbas MSCI
Artha Adventy
26 January 2026 14:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Goldman Sachs memproyeksikan potensi arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia mencapai sekitar US$2,3 miliar atau setara Rp38,57 triliun (kurs Rp16.770), seiring rencana MSCI merevisi metodologi perhitungan free float saham.
Dalam catatan yang dikutip Bloomberg, Goldman menyebut estimasi tersebut lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar US$1,8 miliar atau setara sekitar Rp30,18 triliun. Kenaikan potensi arus keluar terutama dipicu oleh risiko penghapusan saham dari indeks apabila faktor inklusi asing turun di bawah 15% atau kapitalisasi pasar berbasis free float tidak lagi memenuhi ambang batas indeks.
Dana yang keluar dari Indonesia diperkirakan akan dialokasikan kembali ke sejumlah pasar Asia, dengan China berpotensi menyerap sekitar US$510 juta, disusul Taiwan US$420 juta, serta India dan Korea Selatan masing-masing sekitar US$290 juta.
Goldman memperkirakan arus keluar dana pasif terbesar akan menekan saham berkapitalisasi pasar besar, apabila perubahan metodologi tersebut disetujui dan diberlakukan pada penyesuaian indeks MSCI Mei 2026.
Metodologi Perhitungan MSCI
MSCI melakukan simulasi perubahan metodologi perhitungan free float dengan menambahkan laporan bulanan kepemilikan saham dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai sumber pelengkap untuk mengestimasi porsi saham publik.





























