Logo Bloomberg Technoz

Dana Asing RI Bisa Kabur ke China-India Imbas Pembobotan MSCI

Artha Adventy
26 January 2026 10:55

Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Revisi metodologi perhitungan free float oleh MSCI berisiko memicu arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia dan mengalir ke negara lain di Asia, terutama China dan India.

Dalam laporan Bloomberg, Goldman Sachs memperkirakan perubahan tersebut dapat mendorong passive outflows dari Indonesia hingga US$2,3 miliar atau setara sekitar Rp38 triliun. Perkiraan tersebut lebih besar dari estimasi sebelumnya sebesar US$1,8 miliar, setara sekitar Rp30,4 triliun.

Dana yang keluar dari Indonesia diproyeksikan akan tersebar ke sejumlah pasar regional, dengan China menjadi penerima manfaat terbesar sekitar US$510 juta, disusul Taiwan US$420 juta, serta India dan Korea Selatan masing-masing sekitar US$290 juta.


Menurut analis Goldman Sachs, lonjakan potensi arus keluar ini dipicu oleh penerapan metodologi baru dalam rebalancing MSCI yang memperhitungkan risiko penghapusan saham dari indeks apabila foreign inclusion factor turun di bawah 15% atau kapitalisasi pasar berbasis free float tidak lagi memenuhi ambang batas indeks.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang paling terdampak karena struktur kepemilikan sejumlah saham berkapitalisasi besar dinilai semakin terbatas bagi investor asing. Sejumlah saham unggulan diperkirakan akan menanggung dampak arus keluar pasif terbesar.