Logo Bloomberg Technoz

Buruh Akan Geruduk YouTube Indonesia dan Komdigi, Kenapa?

Redaksi
26 January 2026 13:20

Sejumlah massa buruh menggelar demo mengenai revisi UMP di jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (8/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah massa buruh menggelar demo mengenai revisi UMP di jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (8/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh akan menggelar aksi di kantor YouTube Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Aksi ini dipicu penutupan kanal YouTube resmi milik Partai Buruh dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).

Presiden KSPI Said Iqbal menyebut penutupan tersebut dilakukan secara tiba-tiba dan tanpa penjelasan yang jelas. Menurutnya, kanal YouTube itu selama ini digunakan sebagai sarana komunikasi organisasi dan penyampaian sikap politik secara terbuka.

“Tiba-tiba, Youtube resminya Partai Buruh dibanned. Tidak bisa lagi digunakan oleh Youtube. Tanpa alasan yang jelas kita minta dihidupkan kembali,” kata Said Iqbal, Senin (26/1/2026).


KSPI menilai penutupan kanal tersebut terjadi pada momentum yang sensitif, yakni bertepatan dengan Kongres Partai Buruh. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan terkait perlindungan kebebasan berpendapat di ruang digital.

“Begitu pula, FSPMI ofisial, Federasi Senikat Pekerjaan Metan Indonesia, FSMI ofisial. Pada saat Kongres Partai Buruh, ini ada apa ini? Komdigi.”