Logo Bloomberg Technoz

APBN Februari Dinilai Sehat, Ekonom Soroti Belanja Pemerintah

Mis Fransiska Dewi
12 March 2026 20:20

Belanja Negara (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)
Belanja Negara (Foto: Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah ekonom menilai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Februari 2026 masih layak disebut sehat meskipun mencatatkan defisit sebesar Rp135,7 triliun atau 0,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hanya, ekonom mewanti-wanti agar kualitas belanja negara benar-benar produktif dan mendorong sektor riil. 

Pengamat Ekonomi Universitas Andalas, Syafruddin Karimi mengatakan ukuran kesehatan APBN tidak cukup dibaca dari ada atau tidaknya defisit, melainkan dari mutu sumber pendapatan, arah belanja, kemampuan menjaga kepercayaan pasar, dan kapasitas fiskal dalam menopang ekonomi. 

Data awal 2026 menunjukkan pendapatan negara meningkat, terutama karena penerimaan pajak tumbuh kuat. Adapun, hingga 28 Februari 2026 pendapatan negara mencapai Rp358 triliun atau tumbuh 12,8% secara tahunan (yoy).


Menurutnya, kondisi tersebut menandakan aktivitas ekonomi, konsumsi, dan transaksi usaha masih berjalan. 

“Jadi, defisit yang masih muncul tidak otomatis menandakan APBN rapuh. Defisit pada fase awal tahun sering mencerminkan percepatan belanja pemerintah, terutama saat negara ingin menjaga daya beli, mempercepat program prioritas, dan menahan dampak gejolak global terhadap ekonomi domestik,” kata Syafruddin saat dihubungi, Kamis (12/3/2026).