Logo Bloomberg Technoz

Pertunjukan Drone Swarm Digelar di Dua Ruang Publik Jakarta


(Dok. Ubiklan)
(Dok. Ubiklan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Jakarta dirayakan dengan pendekatan visual yang semakin modern melalui dua pertunjukan drone berskala besar. Pertunjukan tersebut digelar serentak di dua ruang publik ikonik, yakni kawasan Ancol dan Bundaran Hotel Indonesia, yang sama-sama memanfaatkan teknologi drone swarm.

Meski menggunakan teknologi serupa, kedua pertunjukan dirancang dengan konsep, narasi, dan pengalaman visual yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi drone tidak hanya berfungsi sebagai tontonan cahaya di langit, tetapi juga sebagai medium storytelling yang dapat disesuaikan dengan karakter lokasi dan audiens.

Pertunjukan ini menjadi salah satu implementasi drone swarm terbesar yang pernah ditampilkan di ruang publik Indonesia. Sekitar seribu unit drone diterbangkan secara simultan dan dikendalikan melalui sistem kendali terpusat berbasis ground control station.

Seluruh armada drone dioperasikan melalui satu komputer pusat yang menjalankan koreografi digital dengan jalur terbang yang telah diprogram sebelumnya. Dalam sistem ini, Pilot Ground berperan sebagai operator utama, sementara Pilot Rescue bertugas memantau kondisi lapangan dan menjadi lapis pengaman jika terjadi gangguan teknis.

Menurut Direktur Arka dan Ubiklan Glorio Yulianto, keberhasilan pertunjukan ini dimungkinkan oleh integrasi teknologi tingkat tinggi. Sistem tersebut menggabungkan algoritma sinkronisasi, pemetaan GPS presisi tinggi, serta komunikasi data real time antar-drone.

“Setiap drone tidak bergerak secara independen, tetapi sebagai bagian dari satu sistem besar. Seluruh pergerakan sudah dihitung secara matematis, termasuk jarak aman antar-unit dan skenario mitigasi risiko,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap unit drone memiliki durasi terbang hingga 15 menit dengan radius operasional mencapai 300 meter. Spesifikasi ini memungkinkan pembentukan visual berskala besar yang tetap stabil dan aman di ruang udara publik.

Komunikasi antara drone dan pusat kendali berlangsung dengan latensi rendah. Hal tersebut memastikan pergerakan ribuan unit dapat ditampilkan secara halus dan serempak sepanjang pertunjukan, tanpa jeda visual yang mengganggu pengalaman penonton.

Dua Lokasi, Dua Pendekatan Cerita

(Dok. Ubiklan)

Di kawasan Ancol, pertunjukan drone dirancang sebagai one time show berdurasi sekitar 13 menit. Konsepnya mengedepankan hiburan ringan dan imersif yang selaras dengan karakter Ancol sebagai destinasi rekreasi keluarga.

Visual yang ditampilkan terinspirasi dari alam dan aktivitas pantai. Drone swarm membentuk siluet lumba-lumba, gelombang laut, bianglala, hingga maskot Ancol yang sudah dikenal luas oleh masyarakat.

Seluruh visual di Ancol disusun dalam alur cerita sederhana dan mudah dicerna. Pendekatan ini membuat pertunjukan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Konsep visual Ancol juga dikembangkan melalui kolaborasi dengan merek. Oh My Glow dan Extra Joss turut menghadirkan elemen visual yang dirancang menyatu dengan tema hiburan pantai tanpa mengganggu alur narasi utama.

Berbeda dengan Ancol, pertunjukan drone di Bundaran HI mengusung pendekatan yang lebih reflektif dan visioner. Drone show di lokasi ini dibagi menjadi dua sesi dengan durasi masing-masing lebih dari 10 menit.

Visual di Bundaran HI menampilkan perjalanan dan pencapaian Jakarta sebagai kota metropolitan, sekaligus aspirasi menuju kota global. Rangkaian formasi menampilkan integrasi transportasi publik, simbol kebanggaan kota, serta gambaran Jakarta masa depan.

Ikon-ikon khas Jakarta tetap dihadirkan, namun dibingkai dalam narasi yang menekankan identitas urban, kemajuan, dan optimisme. Pendekatan ini memberikan pengalaman yang lebih kontemplatif bagi penonton di jantung ibu kota.

Di tengah kemeriahan perayaan, kedua pertunjukan juga menyisipkan tribute untuk Sumatra. Visual ini dihadirkan sebagai bentuk empati dan solidaritas atas bencana banjir yang terjadi, sekaligus pengingat bahwa perayaan juga dapat menjadi ruang refleksi sosial.

Persiapan pertunjukan dimulai sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan. Tim teknis melakukan survei spektrum sinyal, analisis potensi interferensi GPS, serta pemetaan ruang udara di masing-masing lokasi.

Latihan dilakukan berulang kali, termasuk simulasi malam hari untuk menguji stabilitas sistem dalam kondisi pencahayaan rendah dan kepadatan sinyal tinggi. Setiap sesi latihan menghasilkan data performa yang dianalisis kembali untuk penyempurnaan koreografi.

Tim kreatif merancang belasan formasi udara menggunakan perangkat lunak khusus drone show. Proses desain dimulai dari pengembangan konsep visual dan narasi, lalu diterjemahkan ke dalam koordinat tiga dimensi untuk setiap unit drone.

Setiap formasi dirancang dengan mempertimbangkan transisi visual, durasi tampilan, serta sinkronisasi cahaya dan warna. Simulasi digital dilakukan berkali-kali untuk memastikan pergerakan aman, akurat, dan selaras dengan tempo pertunjukan.

Pertunjukan drone di Ancol dan Bundaran HI menandai fase baru perayaan publik di Jakarta. Teknologi hadir sebagai medium komunikasi visual yang terukur, adaptif, dan kontekstual, sekaligus membuka peluang baru bagi kreativitas di ruang publik.

Melalui lini bisnis ARKA, Ubiklan menghadirkan pendekatan baru dalam media storytelling berbasis teknologi. Drone light show menjadi salah satu layanan unggulan yang dirancang untuk membangun keterlibatan emosional dengan audiens.

Ubiklan melalui ARKA telah menghadirkan pertunjukan drone untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perayaan nasional, kegiatan pemerintahan, hingga kampanye brand dan peluncuran produk. Visual udara yang unik dinilai mampu menarik perhatian publik dan memperkuat citra brand.

Dengan semakin berkembangnya teknologi drone, pertunjukan semacam ini diperkirakan akan menjadi bagian penting dari lanskap perayaan dan komunikasi publik di Indonesia. Jakarta pun menunjukkan langkah awal menuju perayaan kota yang lebih inovatif dan berorientasi masa depan.