Logo Bloomberg Technoz

Teknologi Google Ini Buat Baterai HP Android Lebih Tahan Lama

Redaksi
12 March 2026 16:05

Kantor Google. Dok: Bloomberg
Kantor Google. Dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Google melakukan sejumlah perubahan pada Android yang diklaim bisa membuat kinerja ponsel meningkat, sekaligus lebih hemat baterai. Perubahan ini diumumkan oleh tim toolchain Android LLVM. Google memperbarui kernel Android dengan teknologi bernama AutoFDO (Automatic Feedback-Directed Optimization), seperti dilaporkan 9to5Google pada Kamis (12/3/2026).

Perubahan ini berangkat dari fakta bahwa ponsel sebenarnya melakukan ribuan proses kecil di balik layar. Beragam aktivitas menghabiskan cukup banyak penggunaan CPU dan berdampak pada konsumsi baterai. Melalui AutoFDO, Google mengarahkan compiler—program yang menerjemahkan kode menjadi instruksi untuk prosesor—agar bekerja lebih efisien sehingga penggunaan baterai bisa ditekan.

Google menjelaskan bahwa saat membuat software  compiler biasanya membuat ribuan keputusan kecil, misalnya menentukan jalur kode mana yang kemungkinan besar akan dijalankan. Keputusan ini kerap kali dibuat berdasarkan analisis kode statis.

Namun, metode tersebut tidak selalu akurat dalam menggambarkan bagaimana kode benar-benar dijalankan saat ponsel digunakan di dunia nyata. AutoFDO mencoba mengatasi hal itu dengan menggunakan data pola penggunaan nyata untuk memandu compiler. Pola ini menunjukkan jalur instruksi yang paling sering digunakan saat ponsel dipakai.

Data tersebut sebenarnya bisa dikumpulkan langsung dari perangkat pengguna. Namun, untuk kernel Android, Google membuat simulasi di laboratorium dengan menjalankan beban kerja yang mewakili penggunaan nyata, misalnya dengan menjalankan 100 aplikasi paling populer.

“Kami menggunakan pembuat profil berbasis sampling untuk menangkap data ini, lalu mengidentifikasi bagian kode yang ‘panas’ (sering dipakai) dan yang ‘dingin’,” jelas Google.

Dalam pengujian awal, Google mengklaim teknologi ini memberikan peningkatan kinerja yang cukup terasa. Waktu boot ponsel menjadi sekitar 2,1% lebih cepat, sementara peluncuran aplikasi dari kondisi tertutup bisa 4,3% lebih cepat. 

Ada juga peningkatan lain pada metrik yang tidak terlalu terlihat oleh pengguna. Pola optimasi tersebut dibuat berdasarkan penggunaan 100 aplikasi populer untuk meniru pola penggunaan sehari-hari pengguna smartphone.

Google juga menyebut AutoFDO di kernel Android akan berjalan secara konservatif. Jika ada proses yang tidak sesuai dengan pola yang dipandu, sistem akan kembali menggunakan metode lama. Perubahan ini akan hadir di kernel Android terbaru, yaitu android16-6.12 dan android15-6.6, serta versi yang akan datang android17-6.18.