Logo Bloomberg Technoz

Mata Uang Asia Berpesta, Rupiah Salah Satunya

Tim Riset Bloomberg Technoz
26 January 2026 09:38

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Mengawali pekan terakhir Januari, tukar rupiah dibuka menguat di perdagangan spot merespons pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan perdagangan spot, Senin (26/1/2026), rupiah menguat 0,22% ke posisi Rp16.780/US$. Laju penguatan rupiah pagi ini sejalan dengan berpestanya mata uang Asia pagi ini.

Won Korea Selatan jadi mata uang dengan penguatan paling signifikan hari ini sebesar 1,34%. Disusul ringgit Malaysia 0,92%, yen Jepang 0,81%, baht Thailand 0,42%, dollar Taiwan 0,34%, dolar Singapura 0,22%, peso Filipina 0,11%, yuan China 0,09%, dan dolar Hong Kong 0,01%. 


Penguatan mata uang Asia mencerminkan membaiknya selera risiko investor global, seiring melemahnya indeks dolar AS yang tertekan oleh ekspektasi perubahan arah kebijakan moneter The Fed. Pasar semakin berspekulasi bahwa ruang pengetatan tambahan kian sempit, menyusul sinya perlambatan ekonomi AS dan meningkatnya tekanan politik terhadap bank sentral tersebut. 

Faktor eksternal ini mendapat sentimen domestik yang relatif terjaga. Stabilitas inflasi masih aman dalam target Bank Indonesia, serta adanya komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui baurankebijakan moneter dan intervensi pasar, langkah ini menjadi jangkar kepercayaan pasar dalam jangka pendek.