Logo Bloomberg Technoz

BI: Persepsi Kurs Rupiah Sejalan Dengan Target Makroekonomi

Sultan Ibnu Affan
23 January 2026 18:30

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro memandang pergerakan nilai tukar rupiah sangat bergantung dan akan sejalan dengan target pencapaian makroekonomi. Hal ini ia utarakan merespons sejumlah pertanyaan Komisi XI DPR tentang nilai tukar rupiah dalam beberapa tahun ke belakang terus mengalami pelemahan hingga menyentuh rekor tertinggi di level hampir Rp17.000/US$ awal 2026 ini.

"Dalam konteks nilai tukar, secara fundamental, itu persepsinya harus align dengan target-target makro yang lain," ujar Solikin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Jumat (21/1/2026).

Solikin, yang juga calon Deputi Gubernur BI tersebut mencontohkan, otoritas moneter di Indonesia kerap menilai fundamental ekonomi yang kuat tersebut tecermin dalam berbagai asumsi makro ekonomi yang mencapai sasaran target seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, hingga defisit.


Selain itu, fluktuasi rupiah juga sangat bergantung terhadap suplai dan permintaan. Dari sisi suplai berasal dari devisa hasil ekspor (DHE) dan juga utang luar negeri.

Sementara, sisi permintaan terekam dari kebutuhan pembayaran utang dan impor korporasi. "Inilah yang harus kita kelola sedemikian rupa, termasuk sumbernya dari mana saja. Peran kita adalah bagaimana pasar keuangan itu harus dalam," tutur dia.