Logo Bloomberg Technoz

IHSG Jadi Bursa Saham Paling Lesu di Benua Asia Hari Ini

Muhammad Julian Fadli
13 March 2026 17:54

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (26/11/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona merah. Pelemahan IHSG pun cukup dalam mencapai 3% point–to–point.

Pada Jumat (13/3/2026), IHSG ditutup di posisi 7.137,21 saat penutupan perdagangan. Turun 3,05% dibanding hari sebelumnya dan menjadi yang terendah sejak 15 Juli tahun lalu atau sembilan bulan perdagangan.

Penutupan IHSG Sesi II pada Jumat 13 Maret 2026 (Bloomberg)

IHSG sudah lesu sejak pembukaan pasar. Namun sejak dibuka melemah 0,32%, penurunan IHSG terus–menerus bertambah dalam.


Berikut sejumlah saham yang menjadi beban bagi gerak IHSG:

  1. Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 30,8 poin
  2. Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 17,5 poin
  3. DCI Indonesia (DCII) mengurangi 17,16 poin
  4. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 16,36 poin
  5. Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 10,21 poin

Sepanjang perdagangan hari ini, Bursa Saham Asia juga terpeleset di zona merah. SENSEX (India), KOSPI (Korea Selatan), SETI (Thailand), NIKKEI 225 (Tokyo), Hang Seng (Hong Kong), PSEi (Filipina), Shenzhen Comp. (China), Shanghai Composite (China), Ho Chi Minh Stock (Vietnam), KLCI (Malaysia), TOPIX (Jepang), TAIEX (Taiwan), CSI 300 (China), dan Straits Time (Singapura), yang amblas dengan laju yang melemah masing–masing 1,93%, 1,72%, 1,43%, 1,16%, 0,98%, 0,89%, 0,88%, 0,82%, 0,78%, 0,71%, 0,57%, 0,54%, 0,39%, dan 0,27%.