Logo Bloomberg Technoz

IHSG Dibuka Merah Imbas Tensi Perang yang Masih Tinggi

Muhammad Julian Fadli
13 March 2026 09:08

Pekerja melihat gawai menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)
Pekerja melihat gawai menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean K)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (13/3/2026), dibuka melemah. Pada pukul 09:01 WIB, Indeks kehilangan 23,29 poin (0,32%) ke level 7.338.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 1,19 miliar saham dengan nilai transaksi Rp435 miliar. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 65.109 kali.

Sebanyak 142 saham menguat, dan 293 saham melemah. Sementara 183 saham tidak bergerak.


BRI Danareksa Sekuritas menyebut, tekanan masih dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah. Ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi global serta risiko pelebaran defisit fiskal dan neraca migas Indonesia. 

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi (sideways) menjelang libur panjang, dengan area support di 7.200–7.300 dan resistance di 7.400–7.500,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.