Awali Pekan, Rupiah Berpotensi Perkasa Lagi
Tim Riset Bloomberg Technoz
26 January 2026 08:17

Bloomberg Technoz, Jakarta - Membuka pekan, rupiah bergerak menguat di perdagangan kontrak derivatif Non-Deliverable Forward (NDF) di tengah penantian terhadap arah suku bunga The Fed pekan ini.
Mengacu pada data Bloomberg pada Senin (26/1/2026), nilai kontrak rupiah NDF terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,18% ke posisi Rp16.827/US$.
Pagi ini, mayoritas mata uang Asia bergerak di zona hijau dengan laju indeks dolar AS tertahan. Indeks dolar AS tergerus 0,59% ke posisi 97,02 pada pembukaan pasar pagi ini.
Dari pasar yang sudah dibuka, won Korea Selatan menguat paling besar 1,11%. Disusul baht Thailand 0,75%, ringgit Malaysia 0,74%, yen Jepang 0,56%, dolar Singapura 0,17%, yuan offshore China 0,04%.
Tergerusnya indeks dolar AS lantaran pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga acuan The Fed yang pekan ini akan diumumkan setelah rapat FOMC. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, meski Presiden Donald Trump ingin menurunkan suku bunga acuan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi Negeri Adikuasa.




























