Logo Bloomberg Technoz

Tekanan yang datang dari Trump untuk membuat bank sentral AS menurunkan tingkat suku bunga berupa kriminalisasi terhadap Gubernur The Fed Jerome Powell, yang sejauh ini mendapat kecaman keras dari bank-bank sentral berbagai negara. Para pemimpin bank sentral dunia menyatakan dukungan mereka kepada Powell. 

Baru-baru ini, The Fed juga menerima panggilan dari juri agung yang berpotensi pada dakwaan pidana. Sementara Mahkamah Agung AS pada Rabu pekan ini akan mendengarkan argumen hukum terkait apakah presiden AS memiliki kewenangan untuk memecat Gubernur The Fed, Lisa Cook. 

Kondisi ini membuat dolar AS melemah dan membuat pasar mata uang Asia pada tren bullish. Lantas, apakah hari ini rupiah di pasar spot akan melanjutkan penguatannya? 

Analisis Teknikal 

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), rupiah berpotensi lanjut menguat pada perdagangan hari ini. Dengan target penguatan menuju Rp16.800/US$ sampai dengan menembus Rp16.780/US$.

Level selanjutnya berpeluang ke Rp16.700/US$ dengan resistance kuat dari posisi sebelumnya.

Analisis Teknikal Rupiah Senin 26 Januari 2026 (Sumber: Bloomberg)

Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah terkonfirmasi membentuk tren penguatan. Apabila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka rupiah berpotensi terus menguat mencapai Rp16.600/US$.

Apabila rupiah memberikan tanda-tanda melemah nantinya,maka support terdekat dapat menuju Rp16.850/US$. Rentang gerak rupiah dalam support nantinya di antara Rp16.900/US$ sampai dengan Rp16.950/US$.

(riset/aji)

No more pages