Bahlil Mau Wajibkan Bioetanol E10, Konsumsi Pertalite Rawan Jebol
Azura Yumna Ramadani Purnama
24 January 2026 16:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Peneliti energi independen Akhmad Hanan mewaspadai adanya migrasi konsumsi bensin nonsubsidi masyarakat ke produk bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi Pertalite ketika mandatori bensin campuran bioetanol diimplementasikan dua tahun mendatang.
Alasannya, bensin dengan campuran bioetanol seperti E10 hingga E20 memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk bensin RON 95 maupun RON 98 yang dijual di pasaran.
“Terkait dengan potensi peralihan konsumsi ke BBM subsidi seperti Pertalite, risiko tersebut memang ada apabila harga jual bensin bioetanol berada di atas BBM nonsubsidi lain atau selisihnya dirasa memberatkan masyarakat,” kata Akhmad ketika dihubungi, Sabtu (24/1/2026).
Dia memandang masyarakat Indonesia sangat sensitif terhadap harga, sehingga jika mandatori bioetanol dilakukan tanpa pengaturan yang tepat maka konsumsi BBM subsidi justru berpotensi meningkat dan menambah beban fiskal pemerintah.
Untuk itu, dia mendorong agar pemerintah dapat menekan harga jual bensin campuran bioetanol dengan melakukan intervensi secara langsung.





























