Logo Bloomberg Technoz

DPR: Kenaikan Harga BBM Subsidi Jadi Solusi Terakhir Pemerintah

Mis Fransiska Dewi
10 March 2026 13:10

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (Dok. Instagram @tvr.parlemen)
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (Dok. Instagram @tvr.parlemen)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan opsi paling akhir yang harusnya diambil pemerintah imbas lonjakan harga minyak dunia di tengah perang Timur Tengah yang masih berkecamuk.

“Saya minta kalau bisa opsi itu [BBM subsidi naik] paling akhir, bukan terakhir, paling akhir,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun di Kompleks Parlemen, Selasa (10/3/2026). 

Misbakhun menyatakan pemerintah perlu menyiapkan banyak skenario terhadap postur Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN) lantaran harga minyak dunia yang fluktuatif. Dia mencontohkan harga minyak dunia hari ini turun setelah kemarin sempat menyentuh level tertinggi yakni 


Adapun harga Brent turun sekitar US$20 dari level tertinggi - menandai penurunan terbesar sepanjang sejarah dari level tertinggi intraday ke harga penutupan. Brent untuk penyelesaian Mei 2026 ditutup naik 6,8% menjadi US$98,96/barel pada Senin setelah mencapai puncak US$119,50 dalam sesi tersebut.

“Sehingga ketika terjadi gejolak, itu juga memberikan risiko terhadap fiskal kita. Tentunya kalau kita perhatikan, ICP (Indonesian Crude Price) kan ditetapkan harga minyak mentah kita kan sekitar US$70/barel. Nah, ketika melewati US$70/barel kan tentu ada risikonya,” ujarnya.