Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Rupiah Dekati Rp17.000/US$ Imbas Gejolak Global

Pramesti Regita Cindy
10 March 2026 11:20

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pelemahan rupiah yang mendekati level Rp17.000/US$ dinilai lebih dipicu oleh tekanan global ketimbang perubahan fundamental ekonomi domestik.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan pergerakan rupiah saat ini mencerminkan fase overshooting yang kerap terjadi ketika pasar menghadapi ketidakpastian global.

"Dalam kondisi shock global seperti sekarang, dengan ketegangan geopolitik, kenaikan harga energi, dan penguatan dolar AS, pasar keuangan biasanya bereaksi lebih cepat daripada fundamental ekonomi. Karena itu kita sering melihat rupiah bergerak melemah lebih dulu," kata Fakhrul dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/3/2026).


Lebih lanjut ia menilai pelemahan tersebut belum mencerminkan perubahan drastis pada kondisi ekonomi Indonesia. Sejumlah indikator seperti pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga, inflasi relatif terkendali, serta stabilitas sektor keuangan dinilai masih cukup solid.

Fakhrul juga menilai kebijakan pemerintah terkait penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) di dalam negeri dapat membantu memperkuat likuiditas valas domestik sehingga tekanan terhadap rupiah dapat lebih terkendali.