Menakar Penguatan Rupiah: Fundamental Ekonomi RI Masih Oke
Redaksi
10 March 2026 14:58

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pasar setelah sempat menyentuh kisaran 17.000 per USD. Level tersebut dinilai sebagai batas psikologis penting bagi pelaku pasar.
Namun di balik tekanan jangka pendek itu, sejumlah analis menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat sehingga membuka peluang bagi rupiah untuk kembali menguat ketika gejolak global mereda.
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI), David Sutyanto, mengatakan pelemahan rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibanding perubahan kondisi ekonomi domestik.
“Rupiah memang sempat diperdagangkan di sekitar 17.000 per dolar AS pagi ini sebelum sedikit stabil di bawahnya. Tekanan ini cukup besar karena 17.000 adalah batas psikologis bagi pasar,” ujar David, Senin (9/3).
Menurut dia, pelemahan tersebut dipicu oleh kombinasi sentimen global, mulai dari penguatan dolar AS, lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus lebih dari USD 100 per barel, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Situasi ini mendorong investor global bersikap lebih berhati-hati.





























