Logo Bloomberg Technoz

Saham BBRI Mainkan Peran, Koreksi IHSG Menyusut Jadi 0,4%

Muhammad Julian Fadli
23 January 2026 17:15

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah 41,17 poin atau setara 0,46% ke level 8.951 pada penutupan Sesi II siang hari ini, Jumat (23/1/2026). IHSG sempat menyentuh level terendah hingga 8.837 dengan angka pelemahan nyaris mencapai 2%. Adapun level tertinggi pada 9.039.

Volume transaksi tercatat 64,15 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp32,04 triliun. Frekuensi yang terjadi sebanyak 3,31 juta kali. Sebanyak 191 saham mengalami kenaikan dan 495 saham turun. Sedang 118 saham tidak bergerak.

Penutupan IHSG Sesi II pada Jumat 23 Januari 2026 (Bloomberg)


Melandainya pelemahan IHSG tak lepas dari kenaikan sejumlah saham Big Caps jelang tutup perdagangan. Berikut beberapa saham antaranya berdasarkan data Bloomberg, Jumat (23/1/2026).

  1. Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 9,1 poin
  2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 6,31 poin
  3. DCI Indonesia (DCII) menyumbang 4,01 poin
  4. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 3,16 poin
  5. Bumi Resources (BUMI) menyumbang 3,12 poin

Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh penurunan saham. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 14,46 poin
  2. Petrosea (PTRO) mengurangi 9,99 poin
  3. Barito Pacific (BRPT) mengurangi 9,2 poin
  4. Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 7,42 poin
  5. VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) mengurangi 5,09 poin