Logo Bloomberg Technoz

Pasar Respons Sinyal BI, Rupiah Ditutup Menguat

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 January 2026 15:22

Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan uang dolar AS dan rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan tren penguatan dalam perdagangan hari ini. Pada Kamis (22/1/2026), rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan apresiasi 0,3% ke posisi Rp16.885/US$. 

Keputusan BI menahan suku bunga serta pernyataan tegas Gubernur Perry Warjiyo bahwa bank sentral “tidak akan ragu melakukan intervensi skala besar” memberi sinyal kuat kepada pasar. Pelemahan dolar AS dalam beberapa hari terakhir juga memberi ruang bernapas bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. 

Meski indeks dolar AS juga menguat tipis 0,1% di posisi 98,76, mayoritas mata uang Asia hari ini tetap mampu bergerak menguat. Menyusul rupiah, ada peso Filipina menguat 0,21%, dolar Taiwan menguat 0,14%, rupee India 012%. 


"Fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Perry dalam konferensi pers hasil RDG, Rabu (21/1/2026).

Bagi pasar Asia, meredanya tensi geopolitik di panggung internasional dalam World Economic Forum (WEF) membawa angin segar dan membawa mata uang Benua Kuning di zona hijau.