IMF Minta BI Hati-Hati Intervensi Rupiah: Jadi Peredam Guncangan
Pramesti Regita Cindy
22 January 2026 12:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) meminta Bank Indonesia (BI) untuk berhati-hati dalam melakukan intervensi rupiah di pasar valuta asing, seraya menegaskan nilai tukar rupiah harus tetap berfungsi sebagai peredam guncangan utama di tengah tingginya ketidakpastian global.
Dalam laporan Article IV Consultation 2025, IMF menilai pengaturan nilai tukar Indonesia masih mengambang secara de facto. Artinya, secara praktik, rupiah dibiarkan bergerak mengikuti mekanisme pasar, dengan pergerakan rupiah yang signifikan selama episode tekanan eksternal terbaru.
Dalam kondisi tersebut, BI menerapkan intervensi valuta asing (foreign exchange intervention/FXI) untuk mengelola volatilitas nilai tukar. IMF mencatat intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar spot valuta asing, domestic non-deliverable forward (DNDF), hingga intervensi non-deliverable forward (NDF) di luar negeri.
Namun demikian, IMF menekankan intervensi harus dilakukan secara bijaksana dan terukur.
"Mengingat pasar FX Indonesia yang dangkal, intervensi tersebut harus bijaksana dan hati-hati, mengingat perlunya menjaga cadangan di lingkungan eksternal yang rawan guncangan dan tanpa menghalangi penyesuaian yang diperlukan dalam fundamental jika memang diperlukan," tulis IMF dalam laporannya, dikutip Kamis (22/1/2026).































