Logo Bloomberg Technoz

Tensi Geopolitik Reda, Rupiah Dibuka Menghijau

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 January 2026 09:29

Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga menukarkan uang dolar AS ke rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Membuka pasar spot, nilai tukar rupiah hari ini (22/1/2026) menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah spot seperti ditunjukkan data Bloomberg real time dibuka menguat terbatas 0,09% di Rp16.920/US$.

Penguatan rupiah juga tertopang oleh komitmen Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang menyatakan arah bauran BI pada awal 2026 ini adalah fokus terhadap stabilitasi nilai tukar rupiah yang saat ini terus mengalami depresiasi hingga ke level terlemah sepanjang sejarah (all time low).

"Fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026-2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil RDG, Rabu (21/1/2026).


Bank Indonesia tidak akan ragu untuk melakukan intervensi skala besar di NDF pasar spot dan obligasi untuk mendukung rupiah, kata Perry. 

Mayoritas mata uang Asia menguat pagi ini. Penguatan mayoritas mata uang Asia didukung oleh sentimen pasar global yang positif pasca meredanya tensi geopolitik pasca Presiden AS Donald Trump menyebut telah bersepakat dengan Denmark dalam sebuah kerangka kerja sama yang tidak dirinci, dan menolak menggunakan militer dalam proses akuisisi Greenland.