Logo Bloomberg Technoz

Khawatir dan Cemas di Balik Aksi Mogok Jualan Daging Sapi

Andrean Kristianto
22 January 2026 15:30

Pedagang daging sapi merapihkan lapaknya saat aksi mogok jualan di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang daging sapi merapihkan lapaknya saat aksi mogok jualan di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sejumlah penjual daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengungkapkan sejumlah alasan di balik aksi mogok jualan pada hari ini, Kamis (22/1/2026) hingga akhir pekan nanti. Mereka menuntut pemerintah untuk bisa menstabilkan harga, lantaran kenaikan daging sapi memantik protes para pelanggan.

"Pembeli memang tetap ada dari langganan, tapi ya mereka protes kenapa naiknya langsung tinggi," ujar Syaiful (52 tahun), pedagang di kios daging sapi Pasar Senen, Kamis (22/1/2026).

Dia mengakui harga rata-rata daging yang dia jual Rp13.000/ons atau Rp130 ribu per kilogram.


"Sekarang kita harus jual Rp13 ribu/ons. Kalau gak gitu ga dapat untung," kata dia.

Pedagang daging duduk di lapaknya saat aksi mogok jualan di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Sehari, kata dia, biasanya dia dapat menjual 500 kilogram. Dia khawatir kenaikan harga bisa membuat pelanggannya kabur. "Kita mau jual Rp13.500/ons juga khawatir jadinya," ujar dia.