Hal senada juga disampaikan Nursalim (30 tahun), pedagang daging sapi lainnya yang ikut mogok jualan.
"Sekarang Rp135 ribu per kilogram. Sebelum natal sempat naik, tapi sudah seminggu kita terpaksa jual Rp135 ribu/kilogram," kata dia.
"Kita susah jualnya kalau harga mahal. Kalau bisa kita ingin jualnya Rp100 ribu/kilogram," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pedagang daging sapi se-Jabodetabek melakukan aksi mogok dagang di seluruh pasar dan RPH mulai hari ini hingga Sabtu (24/1/2026). Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes dan keprihatinan harga dan permintaan daging belakangan ini.
“Melalui surat ini kami memberitahukan bahwa seluruh anggota APDI Bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama dalam surat pemberitahuan.
Wahyu menjelaskan aksi mogok dagang ini lantaran dengan harga sapi timbang hidup dari feedloter yang terlalu tinggi, begitu pula dengan harga karkas dari RPH yang merangkak naik.
Selain itu, dia menyebut hasil rapat pada 5 Januari 2026 dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dan instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah yang tidak terealisasi.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengaku telah menerima laporan mogok para pedagang daging sapi se-Jabodetabek. Amran mengancam para importir sapi yang kedapatan memainkan harga di pasaran.
“Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main, aku yang cabut. kKenapa? impornya sapi bakalan itu dari saya, aku pastikan cabut dan tidak akan saya berikan itu, tegas, kalau coba-coba,” kata Amran ditemui di kantornya, Kamis.
“Kalau aku temukan dan kami langsung suruh cek mulai hari ini. Kalau aku temukan pasti 99% aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu. Tadi saya sampaikan kepada mereka dan mereka hadir [rapat bersama Amran].”
(ain)




























