Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Bloomberg: Inflasi Indonesia 7,5% Gara-gara Harga Minyak

Tim Riset Bloomberg Technoz
09 March 2026 13:29

Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)
Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Simak Penyebabnya (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dampak perang AS-Iran berpotensi menambah tekanan inflasi di Indonesia pada tahun ini, lantaran harga minyak mentah dunia yang terkerek naik hingga di atas US$100 per barel. 

Ekonom Bloomberg Tamara Henderson menyebut jika kenaikan biaya energi terjadi sekitar 10% secara berkelanjutan, maka inflasi domesti diperkirakan bisa melampaui target Bank Indonesia pada pertengahan tahun mendatang. 

"Dengan inflasi akhir tahun berpotensi mencapai sekitar 4,8%, apabila dampaknya sepenuhnya diteruskan ke harga barang dan jasa yang sensitif terhadap bahan bakar," ujar Tamara dalam catatannya, baru-baru ini. 


Bahkan, dalam skenario yang lebih ekstrem, yaitu terjadinya kenaikan harga energi sekitar 20%, dapat membuat inflasi melampaui target lebih cepat, bahkan bisa terjadi pada April atau Mei.

Dalam kondisi lebih ekstrem tersebut, Henderson itu mencatat inflasi Indonesia bahkan berpotensi mendekati 7,5% pada akhir tahun, terutama jika tidak ada bantalan dari subsidi energi, penguatan rupiah, atau kebijakan penahan harga dari pemerintah.