Logo Bloomberg Technoz

Perang Memanas, Kemendag Cermati Dampak ke Ekspor Hingga Logistik

Sultan Ibnu Affan
09 March 2026 18:30

Pekerja mengendarai sepeda di areal pabrik baja milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (dok. Bloomberg)
Pekerja mengendarai sepeda di areal pabrik baja milik PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (dok. Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku tengah mencermati berbagai dampak akibat eskalasi perang Iran, AS-Israel yang semakin membuat harga minyak dunia semakin memanas, yang turut berdampak ke kinerja ekpor, impor maupun biaya logistik.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, dampak ini tak berlaku hanya di Indonesia saja, melainkan juga seluruh dunia. "Perlu pencermatan di bidang ekspor impor terkait biaya produksi dan logistik. Namun, hal ini tidak hanya berlaku bagi Indonesia saja, karena bersifat global." ujarnya saat dihubungi, Senin (9/3/2026).

Iqbal memastikan kenaikan harga minyak, yang turut membuat harga bahan bakar minyak (BBM) juga memanas tidak akan mempengaruhi perdagangan dalam negeri imbas biaya logistik dan pengiriman yang tersendat. Hal dikarenakan adanya pernyataan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengklaim stok ketersediaan BBM dalam negeri masih dinilai aman.


Namun, Iqbal meminta pelaku pasar untuk mendorong ekspor ke pasar-pasar global non-tradisional yang relatif tidak terdampok konflik yang terjadi di Timur Tengah tersebut. "Diversifikasi tujuan ekspor, yang telah dilakukan oleh Kemendag, penting untuk menjaga momentum perdagangan di tengah ketidakpastian global," tutur dia.

"Kemendag memaksimalkan berbagai stimulus melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan asosiasi untuk menjaga perputaran ekonomi domestik."